1. Pastikan printer photo mempunyai resolusi yang tinggi dalam mencetak diatas 5700 dpi misalnya.
2. Memiliki minimal 6 warna tinta dengan catridge terpisah, hasil cetakan printer yang memiliki 6 tinta jauh lebih realistis ketimbang yang hanya 4 warna.
3. Jika anda mempunyai niat untuk tidak menggunakan tinta asli (karena alasan mahal) jangan gonta-ganti merk tinta isi ulang, pakailah salah satu tinta reffil yang banyak dijumpai di tempat anda.
4. Jika pengeluaran biaya mencetak ingin lebih irit lagi gunakan sistem infus. Printer yang tahan dengan sistem infus kami sarankan EPSON jangan Canon. (EPSON jauh lebih bandel printheadnya).
5. Mintalah sistem infus yang kualitasnya bagus (dari ALVACIA) menurut pengalaman kami chif yang terdapat pada catridgenya awet dibanding dengan merk lain.
6. Jangan gonta-ganti merk tinta botol, jika pertama kali menggunakan merk A teruslah menggunakan tinta merk itu. Pikirkan jika akan menginfus printer apakah merk tinta yang akan digunakan mudah didapat di tempat anda.
7. Mintalah kepada si penjual: Adjusment Program/resseter (berupa software) yang sesuai dengan jenis printer anda sebab suatu saat printer akan mengalami blinking, dengan software itulah cara mengatasinya.
8. Jangan terlalu sering menghidupkan dan mematikan printer. Hidupkan printer pada pagi hari dan matikan printer jika memang sudah yakin dalam waktu yang dekat printer tidak akan digunakan.
Seorang teman bertanya kepada saya, “printer apa sih yang awet, bagus dengan harga murah” sungguh pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Karena ada falsafah bahwa yang mahal lah yang paling bagus, walau mesti tak selamanya begitu tapi dimana-mana juga memang harus diakui bagus identik dengan mahal.
Memilih printer untuk mencetak photo memang gampang-gampang sulit apalagi hasil cetakan itu nantinya untuk dijual seperti untuk digunakan di rental komputer misalnya. Masalah yang sering timbul dikalangan pengguna baru dalam pengguna printer adalah harga tinta printer yang mencapai 40 persen dari harga printer itu sendiri, ini memang tidak masuk akal untuk ekonomi masyarakat di kita. Satu catridge paling bisa mencetak berapa photo yang ukurannya 4R kalau dihitung-hitung jatohnya satu lembar photo 4R bisa mencapai harga diatas 8000 ribuan. Terus kalau untuk dijual, harus dijual berapa perlembarnya ke konsumen kita?. Apa harus 10 ribu, untuk perbandingan cetak di lab photo yang menggunakan frontier atau noritshu harga perlembarnya antara 1000 hingga 1500 per photo 4R, gimana kita mau saingan.
Ada alternatif lain dengan tidak membeli tinta original yaitu dengan tinta suntik yang dibanderol sekitar 20 rebuan. Problem printer pun mulai terjadi dari tinta nggak langsung keluar, printer blink yang ditandai berkedipnya lampu power dan paper jam secara bergantian, ini sangat menghambat sekali bagi yang berproduktifitas tinggi. Selain itu ada juga alternatif lain dengan cara menginfus printer dengan menggantikan catridge asli dengan catridge khusus yang diberi saluran selang dari tabung tinta yang diletakan diluar printer. Tapi hanya beberapa merk saja yang menurut pengalaman saya cocok untuk diinfus sebut saja EPSON. Masalah pun tidak sampai disitu setelah sekian lama EPSON anda di infus printer akan blinking dan untuk mengatasinya bisa menggunakan software Epson resseter semacam flasher. Dengan di infus memang mengurangi cost untuk pengeluaran printer tapi tentu saja anda jangan terlalu mengharapkan kualitas, apalagi mencetak dengan kertas yang bukan direkomendasikan oleh pabrikan printer. Hasil cetakan photo pun jelas tidak akan maksimal.
DIarsipkan di bawah: ILMU KOMPUTER | Ditandai: memilih, photo, printer, refill, sistem infus, tinta, tips
yg jlas yang harganya mahal, hehehe
iya tuh udah pinter………..kadang kita mesti bijak juga mahal harus cermat milihnya…