TEKNIK TELEFOTOGRAPI DAN FOTOGRAM

Telefotograpi

Telefotograpi adalah pengambilan gambar dari jarak jauh. Teknik telefotograpi ini tentu saja ada beberapa perbedaan dengan teknik pemotretan biasa di dalam studio (indoor). Jika kita menambahkan lensa tele pada kamera yang secara fisik panjang dan mempunyai bobot yang lumayan berat tentu saja akan memperbesar beberapa faktor yang tidak diinginkan. Seperti kelemahan filter,  getaran udara, dan gerakan kamera. Ini jelas karena semakin besar dan panjang lensa yang dipakai semakin diperlukan alat untuk penyangga yang kokoh terhadap kamera dan lensa untuk meminimalir getaran. Berikut tips dan trik dalam telefotograpi:

1.      Jika memotret objek jarak jauh dengan cara dipegang langsung (tanpa tripod) pergunakan kecepatan minimal 1/100 walau ini akan berpengaruh pada nilai ruang tajam.

2.      Gunakan penyangga tambahan untuk lensa selama pemotretan. Jika tidak, kita bisa meletakan atau menyanggakan lensa pada tembok, kap mobil dan objek lain di sekitar anda. Jika setingan kecepatan rana di set pada 1/10, untuk menghindari goncangan kamera, peganglah kamera dengan tangan yang kokoh tempelkan dengan erat ke kening dan pipi.

3.      Gunakan tripod yang sesuai dengan bobot kamera dan lensa. Untuk memastikan kemera tidak akan goyang kita bisa mencobanya dengan mengetuk bagian samping depan lensa dengan ketukan ringan, lalu coba perhatikan apakah bodi keseluruhan kamera ikut bergoyang atau tidak. Jika tidak berarti kamera telah tersangga dengan  benar.

 

 

Fotogram

Fotogram dibuat tanpa kamera. Dalam bentuknya yang paling sederhana sebuah fotogram ialah gambar bayang-bayang (shadowgraph) yang dibuat dalam kamar gelap dengan meletakan objek yang tidak tembus cahaya pada sehelai kertas peka cahaya, menyinari sejenak kertasnya dengan sinar putih, dan mengembangkannya. Hasilnya ialah pola pemotretan yang bagian-bagiannya ditutupi dengan barang-barang yang diletakan pada kertas, nampak sebagai siluet putih pada latar belakang yang hitam.

Fotogram yang lebih bagus dapat dibuat dengan menggantungkan benda-benda pada sehelai kaca di atas kertas peka cahaya untuk mendapatkan garis-garis yang diperlukan dan kabur. Memadukan teknik ini dengan teknik yang pertama dalam waktu yang bersamaan menghasilkan kesan yang tajam dan kabur. Dengan mengurangi cahaya penyinaran dan menggunakan bahan yang berbeda tingkat tembus sinarnya. Dengan memantulkan sinar pada kertas peka cahayannya dari permukaan yang diulas, yang melengkungnya berbeda, atau mematahkannya dengan lensa meniscus yang positip atau negatif, prisma, atau lain sarana yang mengubah sinar (light moduling device).

Fotogram yang lebih sulit jika dibuat dengan menggunakan beberapa sumber cahaya untuk menghasilkan pengaruh bayang-bayang yang menyilang, dengan memindahkan sumber cahaya waktu pencahayaan, atu dengan mengubah sudut cahaya penyinaran dari letak yang tegak lurus sampai yang agak miring. Kemudian, penyinaran ganda dapat dibuat sementara objeknya ditambahkan atau dipindahkan untuk memperoleh siluet yang menindih pada berbagai warna kelabu. Dengan penyesuaian yang serasi penyinaran warna latar belakangnya dapat dibuat menjadi hitam atau kelabu. Untuk memperolehlatar belakang yang hitam buat cetakan kontak dari fotogram di atas kertas berbutir keras. Dapat dihindarkan waktu penyinaran yang sangat pendek.

Sebuah fotogram dapat juga dibuat dengan menempatkan sebuah barang yang rata pada tahanan negatif alat pembesarnya dan memproyeksikannya pada kertas perasa. Barang-barang yang cocok ialah bulu, daun, serangga yang tembus sinar sayapnya, sisik ikan, dan barang kecil lainnya.

 

Andreas Feininger “The Complete Photographer”

Editor : Prof. Dr. R.M. Soelarko

Leave a Reply