Sejarah Singkat Dusun Bulakgebang
Menurut cerita turun temurun yang berkembang di masyarakat nama Bulakgebang diambil dari dua kata: bulak dan gebang. Bulak yang artinya tanah darat yang tidak atau belum tergarap, yang biasanya ditumbuhi pohon-pohon kayu atau kelapa. Sumber lain menyebutkan bahwa bulak diambil dari kata bubulak yang diartikan dengan keadaan tanah yang kosong serta luas dengan posisi agak menanjak. Sedangkan gebang adalah nama dari salah satu pohon yang banyak tumbuh di daerah tersebut. Jadi bulakgebang berarti pohon gebang yang tumbuh di tanah darat. Menurut cerita dimana letak persisnya bulakgebang yaitu di sebelah barat Lapang Desa Sukajaya. Disitu dulunya terdapat pohon gebang yang sangat besar dan tinggi melebihi pohon-pohon yang tumbuh di sekitarnya, hingga dari jauh pun pohon itu sudah kelihatan. Pada jaman dulu ketika daerah-daerah belum diberi nama atau sebutan, orang-orang selalu menyebut daerah tersebut dengan sesuatu yang berhubungan atau terdapat di daerah itu sendiri. Begitu pun dengan sebutan bulakgebang.
Kapan berdirinya Bulakgebang tidak ada sumber yang bisa memastikan, yang jelas Dusun Bulakgebang berdiri ketika pemekaran desa dari Desa Cimerak, karena daerahnya terlalu luas maka dibagi menjadi dua desa, desa baru diberi nama Desa Sukajaya sedangkan di Desa Sukajaya terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Bulakgebang, Dusun Patrol, Dusun Karangjaya dan Dusun Babakanjaya. Jadi kita bisa menarik kesimpulan kalau berdirinya Dusun Bulakgebang adalah tahun 1975 sejak adanya pemekaran desa.
Sistem Religi di Dusun Bulakgebang
Penduduk di Dusun Bulakgebang 100% menganut agama islam, ajaran dasar tentang keagamaan yang diterapkan dari keluarga secara turun temurun terus mengalir sampai generasi kini. Kehidupan keagamaan di dusun ini bisa dikatakan damai dan sampai saat ini belum tercatat dalam sejarah Dusun Bulakgebang mempunyai sejarah hitam dalam urusan keagamaan. Penduduk Dusun Bulakgebang adalah penduduk yang taat menjalankan syariat agama nilai keagamaan ini sangat tercermin dalam keseharian penduduk walaupun ada pergeseran nilai tapi tidak terlalu signifikan. Kehidupan beragama yang ditanamkan sejak kecil ke anak-anak mereka menjadi modal yang kokoh hingga pada akhirnya anak itu belajar lebih jauh tentang ilmu agama dari lembaga-lembaga pendidikan atau pesantren.
Berbicara mengenai kehidupan beragama tidak lepas dari hubungan keluarga sebab keluarga adalah komunitas terkecil dari masyarakat. Keluarga merupakan kunci penentu kemajuan sebuah bangsa. Keluarga terbentuk atas ikatan perkawinan yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak yang menjalin hubungan kasih sayang dan saling melengkapi.
Dalam aturan Islam, urusan perkawinan secara eksplisit diatur dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Selanjutnya oleh para ulama diambil istimbat hukum dan lalu dikodifikasikan dalam sebuah buku bahasan khusus yang disebut fiqh munakahah. Bagaimana Islam memberikan perhatian penuh terhadap aturan munakahah ? Apa konsekuensi logisnya ketika seorang muslim tidak mengikuti aturan munakahah ?
Islam mengatur munakahah mulai dari aturan memilih jodoh yang ideal, tata cara meminang (khitbah), anjuran untuk menikah, hukum menikah, tata cara menikah (syarat dan rukun), hubungan suami istri, hak dan kewajiban suami istri, hak dan kewajiban anak-anak, hingga aturan tentang talak dan rujuk.
Hikmah adanya aturan tentang nikah sangat besar, di antaranya baik laki-laki maupun perempuan dapat terjaga dari perbuatan maksiat dan dosa. Hubungan suami isteri dalam ikatan pernikahan adalah hubungan terhormat dan dihalalkan. Ini menjadi sesuatu yang sangat penting dan dipegang teguh oleh seluruh masyarakat di Dusun bulakgebang.
Tingkat Kesejahteraan
Dusun Bulakgebang adalah sebuah dusun yang terletak di pedesaan, mereka mengandalkan sumber penghidupannya dari sektor pertanian. Menurut data Bank Dunia bahwa income perkapita negara Indonesia tahun 2000 sebesar US $ 570. Hal ini berarti bahwa pendapatan perkapita Indonesia berada pada kelompok low income economies countries (golongan negara yang memiliki pendapatan rendah), di mana Bank Dunia menetapkan bahwa golongan negara kelompok ini adalah yang memiliki pendapatan perkapita kurang dari US $ 675 (sumber: Data Bank Dunia)
Kondisi seperti ini diperkeruh lagi dengan pola hidup masyarakat di Dusun Bulakgebang yang semakin konsumtif. Penyebab utamanya adalah semakin derasnya arus informasi dan komunikasi yang diterima masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan. Pengalokasiaan anggaran dan belanja sebuah rumah tangga sangat bobrok, sehingga mengakibatkan mayoritas penduduk di pedesaan untuk setiap kepala keluarga (KK) tidak mempunyai cadangan dana untuk tabungan. Seluruh penghasilannya habis (bahkan defisit) untuk sekedar memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.
Memasuki tahun 1997 negara kita dilanda krisis moneter yang sekaligus memicu krisis multidimensional. Kondisi ekonomi secara nasional sangat berat, banyak perusahaan yang berskala besar gulung tikar yang berimbas langsung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi para karyawannya. Angka kemiskinan semakin tinggi yang dipicu oleh tingginya tingkat pengangguran. Daya saing global semakin lemah, kepercayaan dunia internasional menurun, sementara biaya hidup semakin tidak terjangkau. Ditambah dengan carut marutnya suhu politik yang semakin memanas, para pejabat saling berambisi untuk menjadi penguasa dengan dalih saling cuci tangan dari kesalahan sistem pemerintahan dimasa lalu. Dan banyak penyebab lain yang mengakibatkan bangsa Indonesia menyadang berbagai predikat buruk di mata dunia, mulai bangsa yang paling korup, terbelakang, pendidikannya rendah, dan sebagainya.
Lepas dari sejarah pahit perjalanan bangsa ini. Kini sepuluh tahun sudah berlalu, terhitung sudah berkali-kali terjadi pergantian penguasa. Sambil berusaha bangkit membangun kembali infrastruktur negara di berbagai bidang. Baru melangkah beberapa langkah, ternyata bangsa kita dilanda berbagai bencana alam dan kecelakaan masal yang mengakibatkan kerugian di segala bidang, baik materi maupun jiwa.
Dalam ajaran Islam kesejahteraan merupakan kebanggaan setiap orang. Namun demikian yang dimaksud kesejahteraan dalam Islam tidak sekadar sejahtera dalam ukuran materi. Islam mengatur kesejahteraan manusia itu dalam dua alam, yakni sejahtera di dunia dan sejahtera di akhirat. (QS. Al-Baqarah : 201) Sejahtera lahir maupun sejahtera batin.
Meskipun kesejahteraan itu tidak selalu identik dengan harta dunia, akan tetapi pada saat kita harus mensikapi pola kehidupan manusia dewasa ini, tentu meteri memiliki peranan yang sangat penting. Diakui ataupun tidak, bahwa biaya hidup sekarang ini sangat tinggi, bahkan jangankan untuk hidup, sebab pada saat seseorang matipun membutuhkan biaya besar.
Dalam ilmu ekonomi, ada hukum permintaan dan penawaran. Dalam hukum permintaan dikatakan bahwa jika kesejahteraan meningkat, maka permintaan akan barang dan jasa juga meningkat. (Tim Penyusun, 2003 : 62) Sebaliknya, jika kesejahteraan/pendapatan menurun maka permintaan juga menurun. Itulah sebabnya pokok persoalan yang paling mendasar agar segala resiko kehidupan ini tidak selalu terasa memberatkan, maka satu-satunya solusi adalah bahwa setiap penduduk dalam wilayah negara harus sejahtera tingkat ekonominya. Karena sangat terasa manakala tingkat kesejahteraan suatu bangsa kurang baik, bangsa tersebut akan identik dengan kebodohan, jorok, sakit-sakitan dan terbelakang.
Di Dusun Bulakgebang, kesejahteraan itu ada tetapi tidak merata. Pada kelompok tertentu harta benda melimpah ruah, kemewahan dan foya-foya identik dengan pola hidupnya yang glamour, namun pada kelompok yang lain masih banyak orang yang kelaparan, gizi buruk, pengangguran, tidak mampu berobat ke rumah sakit, tidak mampu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, dan sebagainya. Gambaran kehidupan yang terakhir inilah yang paling banyak dirasakan oleh masyarakat di Dusun Bulakgebang. Dimana lapangan pekerjaan sangat sulit, jenjang pendidikan yang lebih tinggi jaraknya jauh dan biayanya sangat mahal (apalagi lembaga pendidikan yang dikategorikan bonafide, sementara arus informasi dan globalisasi melanda lebih cepat dan lebih deras, yang di dalamnya mempertontonkan gaya hidup dan budaya yang terlalu jauh melambung di dalam khayalan. Mobil/kendaraan mewah, rumah bagus gaya modern, pakaian perlente, makan dengan menu yang enak, dan segala gaya hidup konsumerisme lainnya. Hal ini menjadi tontonan setiap saat dan diresapi oleh masyarakat yang hidup di pedesaan. Sementara kenyataannya, orang desa itu mencoba mengadopsi gaya hidup modern dengan coba-coba menyicil sepeda motor/mobil, tentengannya telepon selular (HP), sedangkan penghasilannya jauh dibawah standar. Maka tidak jarang ada beberapa kasus yang terjadi, sang anak terpaksa harus berhenti studinya di tengah jalan lantaran biaya dari orang tuanya mogok, karena akibat salah memilih pola hidup.
2.4 Pendidikan
Tingkat pendidikan masyarakat sangat berpengaruh terhadap kemajuan di segala bidang. Dalam banyak hal manusia perlu memiliki kelengkapan ilmu pengetahuan sebagai pedoman dalam memecahkan berbagai persoalan yang muncul setiap saat. Terlebih lagi dalam hal menyikapi derasnya arus informasi dan komunikasi melalui media informasi dan komunikasi. Tanpa ilmu pengetahuan yang memadai akan terjadi hambatan dalam upaya percepatan pembangunan di segala bidang. Salah satu contoh misalnya pada zaman sekarang hampir setiap pelatihan dan penataran para peserta selalu dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan. Mengingat waktu dan biaya terbatas, pelaksanaan pelatihan atau penataran dilaksanakan secara singkat, sementara untuk pemahaman lebih mendalam para peserta diberikan data-data yang tersimpat dalam alat penyimpan data (disket, CD, flashdisk, dsb.). Apabila tidak memiliki keterampilan dalam bidang komputer, maka tentu terjadi kesulitan dalam menangkap pendalaman informasi tersebut. Demikian pula halnya, pada era globalisasi ini orang-orang sudah biasa memanfaatkan jasa layanan internet untuk menjangkau informasi dan komunikasi ke seluruh dunia. Fasilitas ini semua tidak akan dapat termanfaatkan oleh masyarakat jika tanpa ilmu pengetahuan di bidangnya.
Demi memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan dan teknologi, di Dusun Bulakgebang sudah berdiri beberapa lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal.
DIarsipkan di bawah: CURHAT SHINES | Ditandai: bulakgebang, cimerak, dusun, kecamatan, sukajaya
Sukajayana ti mana kang ? abdi oge ti desa batumalang…..
kang suryana: salam kenal kanggo kang jafar, saurna ti batumalang dupi ayeuna linggìh dimana?. abdi sukajaya na ti palih pareang caket SMP1 Cimerak
jafar..ooh kang suriyana abdi teh ti cipeusing kampung sodong desa batumalang kapungkurmah aya pasantren ajengan komar..ari ayeunamah tos 13 th linggih di jeddah saudi arabia…kaleresan muka cimerak mendak photo kang suriyana …ari di pareang mah abdi oge aya nu kenal..ELAN putra mang OYO bengkel kapan kapungkur di ditu di pasantren sareng seueur kapungkurmah ti sukajaya nu mondok diditu..bilih bade nonton vidio abdi coba wae http://www.youtube.co/jafarcps
anu leres mah http://www.youtube.com/jafarcps
Kang Suryana: kaleresan abdi mah kapungkur teh teu kantos mondok di Kang Komar, mung pun mamang mah rai di bapa kantos, manawi terang namina Kodir (Abdul Kodir Jaelani) ti Bulakgebang. sarenganana teh ti Bulakgebang kapungkur: Engkos, sareng Apip (malihan Apip mah nikah ka urang batumalang) ari sareng Asep Amir kang Japar terang teu, eta teh pun adi pisan abdi mah. hatur nuhun kang nya, usum naon atuh di jeddah teh?. video na bade di tingali ke upami kaleresan Elan ameng ka abdi.
oohh kodir bombom..ari afif mah kan ka urang cipeusing katelahnateh aflex..ari akang suriana linggih di mana ? da sa uninga abdi mah teuacan aya jalur internet di cimerakmah..upami aya nu bade meser sapi di pareang pun adi mah patukangan sapi namina HALIM HP na iyeu 081809046472…salam na wae ka ustad nana ..ti jafar cipeusing kituh ..ari engkos tos gaduh putra ?
eh upami bade ningali photo abdi pilari bae di…http//cimerak.blogspot.com
sumuhun ke upami pendak sareng kang ajengan nana diwartoskeun salamna ku abdi. abdi linggih di pareang bulakgebang. koneksi internetna di dieu mah ngangge modem GSM. engkos tos gaduh putra tos sakola, kodir bombom gaduh putrana 2 ayeuna domisilina di kalimantan tengah. janten ustad
sumuhun ke upami pendak sareng kang ajengan nana diwartoskeun salamna ku abdi. abdi linggih di pareang bulakgebang. koneksi internetna di dieu mah ngangge modem GSM. engkos tos gaduh putra tos sakola, kodir bombom gaduh putrana 2 ayeuna domisilina di kalimantan tengah. janten ustad
ooh…nganggo gsm atuh panginten mahal..sabarah sasasihna atanapi ngetang jam jam an ? ..upami speed na 512 sasaih na sabaraha ? abdi mah ngangge DSL speed 256 sasasih na teh 180 real atawa sekitar rp 450000 …atu nyeratan nana kana E-mail tah iyeu addressna jafarcps@yahoo.com atanapi farcps@yahoo.co.id kang suriyana sok catting tah eta id abdi lebet keun sugan we tiasa chatting