PENCAHAYAAN LAMPU KILAT

Cahaya pada saat memotret tidak Cuma untuk menerangi orang saja, tapi harus jadi salah satu elemen yang menjadikan foto menjadi bagus. Percaya atau tidak, dengan mengubah cahaya, sebuah foto bisa berubah menjadi jelek atau sebaliknya. Untuk potret, baiknya cahaya yang menerangi tidak terlalu keras. Kalau cahaya terlalu keras, munculah bagian yang gelap di wajah. Akibatnya, tidak semua bagian wajah terlihat. Cahaya yang lebih baik untuk memotret adalah cahaya dari langit yang mendung atau cahaya dari jendela.

Arah cahaya juga baiknya diperhatikan. Cahaya yang berasal dari belakang fotografer kurang baik, menyebabkan wajah menjadi rata tanpa dimensi. Belum lagi, orang yang dipotret akan memicingkan mata karena silau. Cahaya yang datang dari atas orang juga tidak baik (cahaya matahari di siang hari) karena menyebabkan munculnya bayangan hitam di bawah mata.

Arah cahaya berikutnya adalah samping. Biasanya cahaya ini muncul ketika pagi hari atau sore hari. Cahaya inilah yang paling baik untuk memotret. Posisikan mukan orang yang hendak dipotret sehingga ¾ wajahnya terkena sinar, biarkan sisanya dalam bayangan.

Arah cahaya lainnya adalah cahaya belakang. Kali ini, sang fotografer yang menghadap sumber cahaya. Cahaya seperti ini akan menempatkan wajah orang yang dipotret pada bayangan. Mukanya gelap memang, tapi rambutnya akan tampak bercahaya. Untuk menerangi wajah yang gelap, gunakan lampu kilat. Selama cahaya natural bisa digunakan untuk menerangi foto, baiknya gunakan saja cahaya natural. Nah, ketika kondisi sudah tidak memungkinkan, misalnya di dalam ruangan, yah sudah, mau ta mau lampu kilat harus digunakan.

Masalah yang diakibatkan lampu kilat selain cahaya yang kurang apik adalah munculnya bayangan di belakang objek. Agar bayangan ini tidak terlalu mencolok, posisikan kamera tepat di depan objek. Kalau bisa, jauhkan objek dari tembok yang bisa jadi tempat bayangan.

Selain itu, objek jangan ditempatkan di depan permukaan yang memantulkan cahaya, seperti cermin. Kalau orang yang difoto menggunakan kaca mata, baiknya kaca mata itu dilepas.

Pada spesipikasi kamera, periksa jarak yang bisa dijangkau oleh lampu kilat. Biasanya angka itu diberikan. Nah, objek yang hendak difoto menggunakan lampu kilat diletakan pada jarak yang masih bisa dijangkau lampu kilat. Kalau nggak, ya tetap aja gelap.

Tinggalkan Balasan