Objek yang dijadikan fokus pada foto tidak melulu di tengah, malahan, kalau terlalu ke tengah, foto jadi kurang sip. Ada istilah “dead center” untuk menyebutkan komposisi yang objeknya berada di tengah.
Ada aturan komposisi yang telah terkenal. Namanya “aturan sepertiga” atau dalam bahasa bulenya terkenal denga sebutan rule of third. Aturan ini membagi layar LCD menjadi kotak 3×3 dengan garis-garis imajinasi. Nah, objek-objek yang menjadi data tarik foto diletakan di garis.
Bisa juga dengan meletakan objek utama memakan 2/3 dari kiri atau kanan. Misalnya, objeknya berupa orang yang sedang mukanya menghadap kanan. Orang itu diletakan 1/3 di bagian kiri dibiarkan saja kosong.
Vertikal atau horizontal? Ini tergantung. Kalau memotret se grup orang, horizontal barangkali lebih mungkin, karena bisa memuat lebih banyak. Sedangkan komposisi vertikal cocok untuk mengambil potret atau close-up.
FOKUS.
Kalau memotret, fokusnya di mana lagi kalau bukan di orang, bukankah dalam sebuah potret, objek utamanya adalah orang. Makanya fokus harus dipusatkan pada orang. Fokus harus dikunci sebelum memotret. Di kamera, fokus dikunci dengan menekan separuh tombol pelepas rana. Kamera kan memberi tahu (dengan bunyi, dengan munculnya kotak warna hijau di sudut LCD,) kalau fokus telah terkunci kalau sudah demikian, tinggal lanjutkan pemencetan pada tombol pelepas rana agar kamera mengambil gambar.
Bisa saja orang yang hendak dijadikan fokus tidak berada di tengah-tengah. Kalau begitu, ada beberapa teknik yang bisa diterapkan. Pertama, menggunakan fitur yang ada di kamera. Beberapa merk kamera mempunyai fitur untuk menentukan lokasi penguncian fokus. Misalnya, lokasi yang dipilih berada di sebelah kiri. Ketika tombol pelepas rana, ditekan separuh, lokasi yang difokus bukan di tengah, melainkan di kiri.
Kalau fitur ini tidak ada-kamera selalu mengunci fokus di tengah-tekniknya begini. Tempatkan orang di tengah layar, lalu tekan tombol pelepas rana separuh. Sebelum tombol pelepas rana ditekan separuh, komposisi ulang sehingga orang yang menjadi fokus berada di lokasi yang diinginkan. Baru setelah itu, tombol pelepas rana ditekan penuh.
Majalah PC+ edisi 15 (Fotografi Digital)/www.tabloidpcplus.com
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY



