Fotografi selalu bicara tentang jumlah cahaya yang mengenai sensor cahaya (film kalau di fotografi analaog). Cahaya yang masuk ke sensor harus pas. Kalau cahaya yang masuk terlalu banyak, foto yang dihasilkan akan kelewat terang, bahkan putih total. Tapi, kalau cahaya yang masuk terlalu sedikit, foto menjadi gelap, bahkan hitam pekat.Kalau pakai kamera digital sih enggak susah menentukan pas tidaknya cahaya yang masuk ke dalam sensor. Jepret saja dulu, nanti lihat hasilnya: gelap, terang, atau sudah pas? Kalau terlalu gelap atau terlalu terang, tinggal motret lagi dengan pengaturan yang berbeda.Apanya yang diatur? Nah, ada 2 hal yang selalu berkaitan dengan jumlah cahaya yang masuk ke dalam sensor, yaitu kecepatan rana (shutter speed) dan aperture (diafragma). Pengaturan untuk keduanya harus dikombinasikan denga tepat agar cahaya yang mengenai sensor tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Kombinasi kecepatan rana dan diafragma ini disebut dengan exposure.Kecepatan rana ditandai dengan angka 1/x, misalnya 1/160, 1/125, atau 1/250 detik. Sedangkan diafragma ditandai dengan f/x, seperti f/2,8.Untuk memahami bagaimana kecepatan rana dan diafragma mempengaruhi jumlah cahaya, coba perhatikan ilistrasi kran air berikut ini.Ya, ilustrasi mengisi gelas dengan kran air cocok untuk mengilustrasikan exposure. Begini, kalau kran air yang dibuka besar, waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi gelas denga air menjadi sebentar. Kalau kran air dibuka kecil, waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi gelas dengan air menjadi lama. Betul kan? Kalau kran air dibuka terlalu sebentar, gelas tidak penuh.Sama fotografi juga seperti itu, anggaplah gelas itu adalah sensor cahaya di kamera digital, airnya adalah cahaya, bukaan kran air adalah diafragma, dan waktu yang dibutuhkan untuk mengisi gelas adalah kecepatan rana. Misalnya, ketika memotret dengan diafragma f/3,5 kecepatan rana yang dibutuhkan adalah 1/250. Ketika f-nya diubah menjadi lebih kecil, f/8.0 kecepatan rana yang dibutuhkan harus diubah ke 1/90.Andai saja ketika diafragma diubah ke f/8.0 namun kecepatan rana tetap di 1/250, foto akan menjadi gelap. Karena belum kelar cahaya mengisi sensor kran sudah ditutup, mudah-mudahan sekarang exposure sudah bisa dipahami, atau malah tambah bingung?Coba-coba adalah cara yang tepat untuk menentukan exposure yang pas, coba-coba itu disebut dengan istilah bracketing. Sebuah adegan direkam dengan 3 kali atau lebih. Biasanya sih 3 kali: gelap, pas, terang. Nanti tinggal dipilih salah satu.Beberapa kamera menyediakan fitur bracketing otomatis. Jadi, sekali pencet tombol pelepas rana, kamera merekam 3 kali sesuai dengan aturan bracketing yang sudah pas ditentukan oleh penggunanya.Majalah PC+ edisi 15 (Fotografi Digital)/www.tabloidpcplus.com
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY



