Posted on 6 Februari 2008 by Kang Suryana
Kamera digital biasanya dilengkapi dengan fitur untuk menampilkan histogram. Secara sederhana, histogram dapat dijelaskan sebagai suatu grafik yang menginformasikan jumlah piksel yang direkam oleh kamera. Dengan menggunakan histogram, fotografer bisa menerka apakah suatu gambar terlalu gelap, pas, atau terlalu terang.
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY | Leave a Comment »
Posted on 6 Februari 2008 by Kang Suryana
Fotografi selalu bicara tentang jumlah cahaya yang mengenai sensor cahaya (film kalau di fotografi analaog). Cahaya yang masuk ke sensor harus pas. Kalau cahaya yang masuk terlalu banyak, foto yang dihasilkan akan kelewat terang, bahkan putih total. Tapi, kalau cahaya yang masuk terlalu sedikit, foto menjadi gelap, bahkan hitam pekat.
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY | Leave a Comment »
Posted on 6 Februari 2008 by Kang Suryana
Seorang fotografer bernama Philip Greenspun berbagi pengalaman. Ia berbagi studio dengan Elsa Dorfman, seorang fotografer potret. Philip mengaku kalau dia bukan fotografer potret. Apa bedanya? Menurut Philip, Elsa peduli terhadap orang. Elsa dengan natural bisa dekat dengan orang yang baru saja ditemuinya dalam beberapa menit. Setelah 1 sesi pemotretan selama 1 jam, kata Philip, Elsa [...]
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY | Leave a Comment »
Posted on 6 Februari 2008 by Kang Suryana
Kamera digital sudah menjadi barang yang dicari orang. Seperti dikatakan oleh Rudy Hartono, General Manager Macindo yang mendistribusikan kamera digital Kodak, ada 3 fase pandangan orang terhadap
DIarsipkan di bawah: ILMU FOTOGRAFY | Leave a Comment »